Perkenalkan nama gue : Cahya Oktaviani, lahir di Semarang, 9 Oktober 1997. Gue sekolah di SMK Pertiwi, sekarang duduk di kelas XI tepatnya di XI 2. Gue punya temen* yang bisa dibilang temen seperjuangan yaitu Saras, Isye, Adriana, Monica, Marlysa kebetulan kita satu kelas dan kita punya latar belakang agama yang berbeda tapi gak jadi masalah bagi kita.
Setiap cewek pastinya punya cowok impian, termasuk Cahya cowok impiannya yaitu Badai Pradhana dan impian itu sudah terwujud, kita udah pacaran cukup lama dari kelas X sampai kelas XI ini. Kita dari latar belakang agama yang berbeda dia Kristen dan gue Muslim, tp itu yang membuat kisah kita spesial dan gak pernah membedakan hal itu. Mungkin dia cinta terbaik gue karna ya you knowlah.
Dia itu cowok kece smart bisa main alat musik jago olahraga. Makanya banyak orang yang ngefans sama dia. Padahal gue gak cantik, gak pinter, gak jago olahraga maen alat musik nyanyi tapi satu kelebihan gue dimata fansnya dia gue bisa ngedapetin Badai.
Hari ini kakak gue paling gue sayang pulang ke Semarang. Namanya Rizal. Gak sabar banget buat nanti kedatangan dia. Dan pada saat itu gue jalan bareng sama kakak gue sambil kangen2lah namanya juga udah lama gak ketemu.
Keesokan harinya...
"Cahya gue mau ngomong sebentar sama lho" kata Badai sambil narik tangan cahya
"Iya, kamu mau ngomong apa? Kayaknya serius banget" jawab cahya dengan penasaran
"Gue mau kita putus!" Ujar Badai
"Ha? Lho becandakan" Jawab Cahya
"Enggak, pokoknya gue minta putus!" ujar Badai
"Tapi apa alesannya gue mau denger dulu" kata Cahya
"Lho udah selingkuh!" Kata Badai
"Kenapa lho bisa nuduh gue selingkuh?" Ujar Cahya
"Ni liat!" Kata Badai sambil nunjukkin foto cahya dan Rizal
"Gue bisa jelasin semuanya" jawab Cahya
"Gue gak butuh penjelasan lho, dan gak ada lagi kesempatan ke 2" kata Badai
"Tapiii..tapi..itu" ujar Cahya
"Gak ada tapi2an gue mau kita putus titik" jawab Badai sambil pergi meninggalkan gue
Semuanya telah usai, alasan yang belum sempat gue jelasin ke dia. Tapi semuanya telah terlanjur. Gak lama kemudian dia balikan sama mantannya namanya Aura cewek paling cantik di sekolah perfect bangetlah.
Gue tau kalau Badai sakit. Gue pengen banget njenguk tapi apa daya gue gak bisa ngelakuin hal itu.
Kondisi gue tiba-tiba drop dan akhirnya harus masuk rumah sakit. Hari itu gue bilang ke Isye, Saras, Adriana, Monica dan Marlysa buat ngasih surat ini ke Badai.
"Guys, gue nitip surat ini ya buat Badai sama Mamah ya" kata Cahya
"Siap, apa sih yang gak kita lakuin buat lho" ujar Monica
"Oke deh, gue mau istirahat dulu ya" kata Cahya
Dan aku tertidur, tidur untuk selamanya mungkin gue gak akan pernah bangun lagi untuk ngelihat indahnya dunia. Gue telah kembali kehadapan sang pencinta, bahagia bersama Tuhan di Surga.
"Ni tan, surat dari Cahya" kata Monic
"Aneh2 aja thu anak, kayak mau kemana aja" kata Mamah Cahya
"Emang kadang2 anak itu aneh2 tan" jawab Monic sambil tertawa
1 minggu kemudian Badai masuk sekolah
"Dan, lho gk ngerasa aneh dengan kita hari ini?" Kata Monica
"Apa yang aneh biasa aja gk ada perubahan" jawab Badai dengan santai
"Lho gak kangen sama Cahya?" kata Adriana
"Ngapain gue kangen sama orang yang udah ngecewain gue, gak penting banget" jawab badai
"Emang lho mutusin Cahya kenapa?" Tanya Isye tiba-tiba
"Dia selingkuh, ni liat!" Kata Badai sambil nunjukkin foto itu
"Ini kan, Cahya sama kak Rizal" jawab Marlysa
"Iya kan dia selingkuh" ujar Badai
"Sembarangan lho kalau ngomong, itu kakanya dia dari Jakarta" kata Saras
"Masak? Beneran? Kenapa Cahya gak pernah cerita" Kata Badai
"Iya beneran sumpah kita gak bohong" kata Saras, Isye, Marlysa, Monica dan Adriana
"Sekarang dimana Cahya?" Ujar Badai
"Ayo gue tunjukkin dimana Cahya berada" kata Isye
"Tunggu dulu gue mau ngasih surat dari Cahya" kata Monic
Dan dibacalah surat itu..
To : Badai :) ({})
Makasih buat selama ini kamu udah jagain aku, sayang, cinta, perhatian, milih aku buat jadi bagian dari hidupmu. Kamu yang terindah dalam hidupku cinta yang gue impiin terwujud :)
Maaf ya aku belum ngasih tau kamu tentang kakak ku yang dari Jakarta, karna kakakku bilangnya tiba2.
Mungkin kamu baca surat ini aku udah jadi bagian dari hidup kamu :)
CAHYA OKTAVIANI
"Apa maksut'y dia bagian dari hidup gue?" Kata Badai
"Nanti lho juga tau kok" kata Isye
Mereka semua menuju makan Cahya. Mereka ber 5 semenjak itu tau kalau Badai ternyata hanya di buat taruhan sama Aura.
"Mana Cahya?" Kata Badai
"Baca tu" kata Isye
"Dia udah bahagia" kata Monic dan Saras
"Apa? Cahya Oktaviani"" Ujar Badai sambil terbata-bata
"Dan lho harus tau Badai, dia udah nyumbangin kornea matanya buat lho" kata Adriana
"Jadi dia tau kalau gue sakit" kata Badai
"Ya iyalah, sejak kapan Cahya gak tau keadaan lho" kata Marlysa
"Jadi ini kornea mata Cahya?" Kata Badai
"Iyalah, maka'y dia jadi bagian dari tubuh kamu" kata Isye
Semenjak itu Badai menyadari bahwa dia telah salah paham terhadap Cahya. Dia menyesal karna gak ada di saat Cahya membutuhkan dia. Selalu penyesalan yang datang terakhir.