Sampai nanti aku
mati, kukan terbang bersama burung merpati diangkasa menuju langit yang tinggi.
Ku harap kau tahu betapa aku meridukanmu sangat membutuhkanmu, selalu ingin
bersamamu kini hingga maut yang memisahkan.
Tapi, keadaan tak
dapat berkompromi kau tak dapat megerti perasaanku, perasaan yang terlalu
terluka dengan goresan ke egoisanmu. Hatiku terpecah berkeping – keping dengan
sikapmu yang seolah – olah tak menggapku ada serasa mati rasa.
Sebenarnya aku
ingin pergi dari keadaan ini tapi aku tak rela karna kau pernah mengisi hari –
hariku dengan kasih sayangmu dengan ketulusan hatimu. Kau dulu yang
membuatku berbunga – bunga dengan seluruh kata manismu, kau selalu ada di
setiap aku membutuhkanmu.
Dulu kau selalu
medengarkan setiap hembusan nafasku tanpa memperdulikan waktu yang terus
berusaha menghantikan kita. Mungkin aku harus melepaskanmu, bila setiap tetesan
air mataku yang jatuh dalam genggaman tanganmu hanya kau tampung dalam laci
kenanganmu tanpa memikirkan hatiku.
Bisakah kau
melihat diriku sejenak?...
Dapatkah kau
rasakan darahku berteriak mengingikan dirimu? ...
Betapa sakitya
rasa ini kau ludahi semua pemberianku. Menghapus namaku dari laci memorimu
Dan...
Bisakah waktu
terulang?...
oleh : Nuraini
#We Are XI 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar