Rabu, 11 Desember 2013

Siap Dipertemuan Siap juga Dipisahkan

Setelah kejadian itu, hubungan Cahya mulai membaik dengan Badai. Hingga tak disangka-sangka Badai mengungkapkan isi hatinya kepada Cahya tetapi Cahya belum siap menerima hal itu karena masih takut untuk memulai sebuah kisah cinta yang pertama kali dalam hidunya.
 “tau gak kalau gue itu sayang sama loe?” seru Badai dengan tiba-tiba
“ha? Apa? Ulangi perkataan loe sekali lagi” jawab Cahya dengan terkejut
“Gue sayang sama loe” kata Badai dengan keras
“Apaan sih loe, bercanda kan? Gue itu tau loe pasti gak serius” ujar Cahya
“Terserah deh” jawab Badai dengan pasrah
“Kalau dia sayang sama gue dia pasti akan ngejar gue” kata Cahya dalam hati
Semenjak itu Cahya mulai berfikir apa benar yang dikatakan Badai kepadanya serius dan bener-bener tulus dari hati. Ternyata apa yang dikatakan Cahya benar-benar terjadi, tanpa kenal lelah Badai terus mengungkapkan perasaannya kepada Cahya baik secara langsung atau tidak entah berapa kali Badai mengungkapkan isi hatinya. Tak terasa Cahya mulai luluh dengan semua yang telah dilakukan Badai. Hingga Cahya juga mengungkapakan isi hatinya tapi Cahya tak ingin berpacaran terlebih dahulu karna dia belum siap berpacaran untuk pertama kalinya.
Pembagian raport kenaikan kelas telah tiba waktunya dan itu artinya Cahya mempersiapkan diri beda kelas dengan Badai. Kenyataan itu terjadi Badai masuk di kelas XI 1 dan Cahya di kelas XI 2.
Bulan Juli....
Tepatnya tanggal 20, setelah 7 bulan Badai menanti akhirnya Cahya mengutarakan perasaannya dan untuk pertama kalinya dia menerima ungkapan cinta dari seorang cowok yang dulu ia benci. Serasa dua milik mereka berdua saat itu, banyak hal yang mereka lalui dari seneng susah bersama.
Tanpa disangka Badai jatuh sakit dan Cahya tidak tahu menanu tentang keadaan dia karna Badai tidak memberi kabar kepada teman apalagi dengan pujaan hatinya. Berita tentang Badai sakit mulai menyebar, tiba-tiba ada satu text message
From : Beloved Badai
maaf ya Cahya baru bisa kasih kabar, aku masih opname :)
miss you :*
Seketika hati Cahya seperti di tekan dengan kekuatan 100 joule. Dan malam itu juga Cahya menjenguk dia. Betapa senengnya Cahya bertemu dengan Badai yang hampir 2 minggu dia tidak melihatnya seketika rasa kangen rontok berubaha menjadi rasa senang, haru, bahagia jadi satu. 1 hari setelah Cahya menjenguk Badai, dia kembali menjenguknya karna hari itu kebetulan Cahya pulang lebih awal dan Badai tidak ada yang jaga. Cahya pun mennunggu Badai di RS yang cukup jauh dari rumah Cahya tapi dia tidak memikarkan rasa jauh itu yang ia pikir hanya Badai mungkin rasa sayang ini sudah dalam.
Beberapa hari kemudian Badai sudah diijinkan pulang dan dia memulai kembali aktivitasnya. Setelah melewati kisah yang begitu indah tiba- tiba Badai memutuskan Cahya hanya karna Cahya deket sama temen satu kelasnya bernama Dani, padahal mereka berdua hanya teman bercanda karena tempat duduk mereka berdekatan. Padahal Cahya juga tidak menuntut Badai untuk tidak berteman dengan cewek siapapun. Dan Cahya mengiyakan keputusan Badai. Mulai saat itu semuanya terasa berbeda tidak ada lagi ucapan morning good night untuk Queennya Badai dan juga ucapan morning good night untuk Princenya Cahya.
THE END
#Cerbung Part Three

Tidak ada komentar:

Posting Komentar