KORAN TERBITAN ALA OCEANSEA!!!!!
Minggu, 21 Desember 2014
Kamis, 03 Juli 2014
LAMUNAN HATI
Namun... ternyata ku salah, kini
kumulai menyadari bahwa aku menyimpan rasa padamu
Tapi ternyata... kau hanya memberi
sejuta harapan
Aku menyesal tapi spertinya
penyesalanku sia-sia
Karna aku tetap mencintaimu dan
masih saja mencintaimu
Dan aku membuat kesalahan,
kesalahan yang tak ingin lupakanmu selamanya
Tapi kemudian aku berfikir, cinta
memang tak harus memiliki lebih baik diriku melupakanmu dari pada harus selalu
mengingatmu sedangkan kau tak pernah mengingatku.
Aku mencintaimu sangat mencintaimu
sayangnya kau tak begitu
Mungkin aku terlalu bodoh tetap
mencintaimu wakaupun kau tak pernah membalasnya.
Kau tak pernah tau bagaimana
perasaanku? Kau seakan-akan seperti bayangan, namun terkadang kau seperti orang
nyata dalam kanvas cintaku..
Aku ingin berhenti mencintaimu,
tapi tak pernah bisa
Aku ingin pergi darimu, tapi tak
pernah bisa
Aku ingin melupakanmu, tapi
lagi-lagi aku tak bisa
Betapa kasihannya diriku ini, maaf
aku telah mencintaimu
Lebih dari yang ku kira dan lebih
dari yang kau tau
Tak pernah ku merasa sebegini kasihannya,
cintaku begitu merana hingga semua kisah ini tak ada hasilnya hanya membuat
nilaiku tak pernah tuntas haha
Ooohhh.... tolong aku untuk
melupakanmu..
Hasil
karya kesuwungan gue, Tiyak, Ami, Arlyne & Yohanna ketika pelajaran
matematika kelas 10 karna bosen dengerin pelajaran yah gini deh hehe
Selasa, 13 Mei 2014
Absurd~
Banyak hal yang harus kita tau, banyak
hal juga yang kita gak harus tau dan mungkin ada beberapa hal yang akan kita
tau setelah tepat waktunya. Tapi kebanyakan hal yang harus kita tau kita anggap
angin berlalu. Hal yang kita harusnya tau setelah tepat waktunya, belum saat kita
tau tapi kita udah mengerti itu apa dan hal yang seharusnya kita gak harus tau
malah jadi hal yg paling kita cari tau sampai sedetail mungkin, saking
penasarannya hal itu akan kita coba dengan resiko apapun :)
#jiwajiwapenasaran
by : Nuraini
Senin, 17 Maret 2014
Ku Nanti Kita Kembali
Perkenalkan nama gue : Cahya Oktaviani, lahir di Semarang, 9 Oktober 1997. Gue sekolah di SMK Pertiwi, sekarang duduk di kelas XI tepatnya di XI 2. Gue punya temen* yang bisa dibilang temen seperjuangan yaitu Saras, Isye, Adriana, Monica, Marlysa kebetulan kita satu kelas dan kita punya latar belakang agama yang berbeda tapi gak jadi masalah bagi kita.
Setiap cewek pastinya punya cowok impian, termasuk Cahya cowok impiannya yaitu Badai Pradhana dan impian itu sudah terwujud, kita udah pacaran cukup lama dari kelas X sampai kelas XI ini. Kita dari latar belakang agama yang berbeda dia Kristen dan gue Muslim, tp itu yang membuat kisah kita spesial dan gak pernah membedakan hal itu. Mungkin dia cinta terbaik gue karna ya you knowlah.
Dia itu cowok kece smart bisa main alat musik jago olahraga. Makanya banyak orang yang ngefans sama dia. Padahal gue gak cantik, gak pinter, gak jago olahraga maen alat musik nyanyi tapi satu kelebihan gue dimata fansnya dia gue bisa ngedapetin Badai.
Hari ini kakak gue paling gue sayang pulang ke Semarang. Namanya Rizal. Gak sabar banget buat nanti kedatangan dia. Dan pada saat itu gue jalan bareng sama kakak gue sambil kangen2lah namanya juga udah lama gak ketemu.
Keesokan harinya...
"Cahya gue mau ngomong sebentar sama lho" kata Badai sambil narik tangan cahya
"Iya, kamu mau ngomong apa? Kayaknya serius banget" jawab cahya dengan penasaran
"Gue mau kita putus!" Ujar Badai
"Ha? Lho becandakan" Jawab Cahya
"Enggak, pokoknya gue minta putus!" ujar Badai
"Tapi apa alesannya gue mau denger dulu" kata Cahya
"Lho udah selingkuh!" Kata Badai
"Kenapa lho bisa nuduh gue selingkuh?" Ujar Cahya
"Ni liat!" Kata Badai sambil nunjukkin foto cahya dan Rizal
"Gue bisa jelasin semuanya" jawab Cahya
"Gue gak butuh penjelasan lho, dan gak ada lagi kesempatan ke 2" kata Badai
"Tapiii..tapi..itu" ujar Cahya
"Gak ada tapi2an gue mau kita putus titik" jawab Badai sambil pergi meninggalkan gue
Semuanya telah usai, alasan yang belum sempat gue jelasin ke dia. Tapi semuanya telah terlanjur. Gak lama kemudian dia balikan sama mantannya namanya Aura cewek paling cantik di sekolah perfect bangetlah.
Gue tau kalau Badai sakit. Gue pengen banget njenguk tapi apa daya gue gak bisa ngelakuin hal itu.
Kondisi gue tiba-tiba drop dan akhirnya harus masuk rumah sakit. Hari itu gue bilang ke Isye, Saras, Adriana, Monica dan Marlysa buat ngasih surat ini ke Badai.
"Guys, gue nitip surat ini ya buat Badai sama Mamah ya" kata Cahya
"Siap, apa sih yang gak kita lakuin buat lho" ujar Monica
"Oke deh, gue mau istirahat dulu ya" kata Cahya
Dan aku tertidur, tidur untuk selamanya mungkin gue gak akan pernah bangun lagi untuk ngelihat indahnya dunia. Gue telah kembali kehadapan sang pencinta, bahagia bersama Tuhan di Surga.
"Ni tan, surat dari Cahya" kata Monic
"Aneh2 aja thu anak, kayak mau kemana aja" kata Mamah Cahya
"Emang kadang2 anak itu aneh2 tan" jawab Monic sambil tertawa
1 minggu kemudian Badai masuk sekolah
"Dan, lho gk ngerasa aneh dengan kita hari ini?" Kata Monica
"Apa yang aneh biasa aja gk ada perubahan" jawab Badai dengan santai
"Lho gak kangen sama Cahya?" kata Adriana
"Ngapain gue kangen sama orang yang udah ngecewain gue, gak penting banget" jawab badai
"Emang lho mutusin Cahya kenapa?" Tanya Isye tiba-tiba
"Dia selingkuh, ni liat!" Kata Badai sambil nunjukkin foto itu
"Ini kan, Cahya sama kak Rizal" jawab Marlysa
"Iya kan dia selingkuh" ujar Badai
"Sembarangan lho kalau ngomong, itu kakanya dia dari Jakarta" kata Saras
"Masak? Beneran? Kenapa Cahya gak pernah cerita" Kata Badai
"Iya beneran sumpah kita gak bohong" kata Saras, Isye, Marlysa, Monica dan Adriana
"Sekarang dimana Cahya?" Ujar Badai
"Ayo gue tunjukkin dimana Cahya berada" kata Isye
"Tunggu dulu gue mau ngasih surat dari Cahya" kata Monic
Dan dibacalah surat itu..
To : Badai :) ({})
Makasih buat selama ini kamu udah jagain aku, sayang, cinta, perhatian, milih aku buat jadi bagian dari hidupmu. Kamu yang terindah dalam hidupku cinta yang gue impiin terwujud :)
Maaf ya aku belum ngasih tau kamu tentang kakak ku yang dari Jakarta, karna kakakku bilangnya tiba2.
Mungkin kamu baca surat ini aku udah jadi bagian dari hidup kamu :)
CAHYA OKTAVIANI
"Apa maksut'y dia bagian dari hidup gue?" Kata Badai
"Nanti lho juga tau kok" kata Isye
Mereka semua menuju makan Cahya. Mereka ber 5 semenjak itu tau kalau Badai ternyata hanya di buat taruhan sama Aura.
"Mana Cahya?" Kata Badai
"Baca tu" kata Isye
"Dia udah bahagia" kata Monic dan Saras
"Apa? Cahya Oktaviani"" Ujar Badai sambil terbata-bata
"Dan lho harus tau Badai, dia udah nyumbangin kornea matanya buat lho" kata Adriana
"Jadi dia tau kalau gue sakit" kata Badai
"Ya iyalah, sejak kapan Cahya gak tau keadaan lho" kata Marlysa
"Jadi ini kornea mata Cahya?" Kata Badai
"Iyalah, maka'y dia jadi bagian dari tubuh kamu" kata Isye
Semenjak itu Badai menyadari bahwa dia telah salah paham terhadap Cahya. Dia menyesal karna gak ada di saat Cahya membutuhkan dia. Selalu penyesalan yang datang terakhir.
Rabu, 11 Desember 2013
Siap Dipertemuan Siap juga Dipisahkan
Setelah kejadian itu, hubungan Cahya
mulai membaik dengan Badai. Hingga tak disangka-sangka Badai mengungkapkan isi
hatinya kepada Cahya tetapi Cahya belum siap menerima hal itu karena masih
takut untuk memulai sebuah kisah cinta yang pertama kali dalam hidunya.
“tau gak kalau gue itu sayang sama loe?” seru
Badai dengan tiba-tiba
“ha? Apa? Ulangi perkataan loe sekali
lagi” jawab Cahya dengan terkejut
“Gue sayang sama loe” kata Badai
dengan keras
“Apaan sih loe, bercanda kan? Gue itu
tau loe pasti gak serius” ujar Cahya
“Terserah deh” jawab Badai dengan
pasrah
“Kalau dia sayang sama gue dia pasti
akan ngejar gue” kata Cahya dalam hati
Semenjak itu Cahya mulai berfikir apa
benar yang dikatakan Badai kepadanya serius dan bener-bener tulus dari hati.
Ternyata apa yang dikatakan Cahya benar-benar terjadi, tanpa kenal lelah Badai
terus mengungkapkan perasaannya kepada Cahya baik secara langsung atau tidak
entah berapa kali Badai mengungkapkan isi hatinya. Tak terasa Cahya mulai luluh
dengan semua yang telah dilakukan Badai. Hingga Cahya juga mengungkapakan isi
hatinya tapi Cahya tak ingin berpacaran terlebih dahulu karna dia belum siap
berpacaran untuk pertama kalinya.
Pembagian raport kenaikan kelas telah
tiba waktunya dan itu artinya Cahya mempersiapkan diri beda kelas dengan Badai.
Kenyataan itu terjadi Badai masuk di kelas XI 1 dan Cahya di kelas XI 2.
Bulan Juli....
Tepatnya tanggal 20, setelah 7 bulan
Badai menanti akhirnya Cahya mengutarakan perasaannya dan untuk pertama kalinya
dia menerima ungkapan cinta dari seorang cowok yang dulu ia benci. Serasa dua
milik mereka berdua saat itu, banyak hal yang mereka lalui dari seneng susah
bersama.
Tanpa disangka Badai jatuh sakit dan
Cahya tidak tahu menanu tentang keadaan dia karna Badai tidak memberi kabar
kepada teman apalagi dengan pujaan hatinya. Berita tentang Badai sakit mulai
menyebar, tiba-tiba ada satu text message
From : Beloved Badai
maaf ya Cahya baru bisa kasih kabar, aku masih opname :)
miss you :*
maaf ya Cahya baru bisa kasih kabar, aku masih opname :)
miss you :*
Seketika hati Cahya seperti di tekan
dengan kekuatan 100 joule. Dan malam itu juga Cahya menjenguk dia. Betapa senengnya
Cahya bertemu dengan Badai yang hampir 2 minggu dia tidak melihatnya seketika
rasa kangen rontok berubaha menjadi rasa senang, haru, bahagia jadi satu. 1
hari setelah Cahya menjenguk Badai, dia kembali menjenguknya karna hari itu
kebetulan Cahya pulang lebih awal dan Badai tidak ada yang jaga. Cahya pun
mennunggu Badai di RS yang cukup jauh dari rumah Cahya tapi dia tidak
memikarkan rasa jauh itu yang ia pikir hanya Badai mungkin rasa sayang ini
sudah dalam.
Beberapa hari kemudian Badai sudah
diijinkan pulang dan dia memulai kembali aktivitasnya. Setelah melewati kisah
yang begitu indah tiba- tiba Badai memutuskan Cahya hanya karna Cahya deket
sama temen satu kelasnya bernama Dani, padahal mereka berdua hanya teman
bercanda karena tempat duduk mereka berdekatan. Padahal Cahya juga tidak
menuntut Badai untuk tidak berteman dengan cewek siapapun. Dan Cahya mengiyakan
keputusan Badai. Mulai saat itu semuanya terasa berbeda tidak ada lagi ucapan
morning good night untuk Queennya Badai dan juga ucapan morning good night
untuk Princenya Cahya.
THE END
#Cerbung Part Three
Minggu, 01 Desember 2013
Perubahan Mulai Terasa
Gak berapa lama setelah mereka
jadian, SMK Bangun Bangsa mengadakan Ulangan Akhir Semester yang berlangsung 10
hari. Pada hari pertama UAS Cahya datang lebih awal, selang beberapa saat Badai
dan Anis datang dan langsung menuju ke arah teman-teman X 3 berkumpul. Waktu
itu Cahya duduk sama Enda dan malah asyik ngobrol sedangkan teman yang lainnya
malah sibuk belajar. Cahya dan Enda terkenal jail di kelas suka godaiin
anak-anak yang lagi belajar tapi hari itu mereka berdua tidak melaksanakan aksi
jail mereka.
Tiba – tiba Badai mendatangi Cahya..
“Hai Cahya” seru Badai
“Iya, kenapa?” jawab Cahya dengan
nada agak sewot
“Gapapa deh gak jadi” jawab Badai
sambil tertawa
“En, kita pergi aja yuk males
lama-lama gue disini” bisik Cahya pada Enda
Mereka
berdua pergi menuju ruang test dan Badai ditinggalkan sendiri. Gak lama
kemudian bel untuk memulai test berbunyi. Cahya berbeda ruang test dengan Badai
begitupun dengan Anis dan Enda. Satu jam kemudian bel berakhirnya test berbunyi
dan Cahya langsung menghampiri Enda, mereka berdua kembali asyik mengobrol. Tak
lama kemudian Badai menghampiri Cahya dan Enda tapi waktu tak dapat berkompromi
bel masuk test untuk mata pelajaran yang kedua berbunyi.
Test hari
itu pun berakhir...
Ketika Cahya dan Enda sedang
mengambil tas, Badai pun menghampiri mereka kembali.
“Cahya,
kamu itu kenapa?” seru Badai
“Cahya
cemburu mungkin, eh keceplosan” jawab Utami dengan tiba-tiba
“Gila
aja, enggaklah ngapain cemburu” seru Cahya dengan muka yang cemberut
“Beneran
kamu gak cemburu?” jawab Badai
“Enggak, udah sana pulang udah
ditungguin Anis tuh” seru Cahya sambil nunjuk Anis yang lagi berdiri ngeliatin
mereka ngobrol.
“Ya udah, aku pulang dulu” jawab Badai
Mulai saat itu Cahya terus menjauh
sama Badai, selama sepuluh hari itu Cahya terus menghindar. Cahya hanya melihat
Badai dari kejauhan yang sedang asyik ngobrol belajar bersama Anis tanpa sekali
pun menyapa.
“Ada rasa yang hilang ada yang aneh
ketika gue gak ngobrol ataupun sms sama dia, ada rasa cemburu jengkel
tersendiri saat gue lihat mereka. Biar gue simpan dulu deh jangan samapai orang
lain tau tentang perasaan gue sama Badai” ujar Cahya dalam hati
UAS SMK Bangun Bangsa telah usai, dan
hari- hari setelah UAS hanya dimanfaatkan anak X 3 untuk nonton film di kelas
bagi mereka yang tidak remidi. Bagi anak yang remidi mereka harus mengulang
test, salah satu dari mereka adalah Anis tapi Cahya dan Badai tidak.
Tiba-tiba lampu notification hand
phone Cahya nyala, cahya pun membuka dan ternyata itu sms dari Badai. Badai
mengajak Cahya buat berangkat bareng, Cahya menolak karena dia ngerasa ngak
enak sama Anis tapi Badai terus mendesak dan akhirnya Cahya mengatakan iya.
Keesokan harinnya...
Ketika Cahya dan Badai memasuki
gerbang sekolah, banyak kakak kelas yang melihat mereka dari awal mereka datang
sampai mereka masuk ke kelas.
“Gila nih, kakak kelas pada ngeliatin
kita” bisik Cahya pada Badai
“Biarin aja, gak usah dipeduliin”
kata Badai
Salah satu kakak kelas yang melihat
mereka adalah Hendra, dia adalah temen dari Anis. Ternyata dia mengadukan hal
tersebut pada Anis. Akibatnya Anis memusuhi Cahya hingga berita ini menjadi
trending topik di SMK Bangun Bangsa. Badai dan Anis pun putus. Semenjak kejadian
itu Cahya menjadi orang yang paling bersalah dengan putusnya mereka. Hingga hubungan
Badai, Cahya dan Anis merenggang.
#Cerbung Part Two
Sabtu, 23 November 2013
Benci jadi Cinta
Perkenalkan nama gue Cahya, gue
sekolah di SMK Bangun Bangsa. Umurku masih muda kok yaitu 15 tahun. Masuk
disekolah SMK itu kemauan orang tua gue jadi waktu awal sekolah agak gak
berminat gitu. Gue masuk di kelas X 3, temen satu kelas gue ada Ana, Agus, Isye,
Prabowo, Anugerah, Natasya, Melinda, Enda , Setyawanti, Utami, Ayu, Astri,
Wati, Setya, Ningsih, Silvia, Anis, Dela, Widya, Rida, Nastiti, Ulva, Monika,
Marlysa, Saras, Sidiq, Pratama, Yoga, Fika, Irna, Sari, Floren, Astuti, Eny,
Fitri, dan Badai.
Suatu hari, ke 6 cowok itu (Agus,
Prabowo, Anugerah, Pratama, Sidiq dan Badai) jalan bareng dan paling depan dari
mereka berenam yaitu Badai. Kata temen – temen gue Badai itu cowok paling
“kece” di kelas bahkan diseluruh sekolah, banyak juga kakak kelas yang ngefans
atau suka sama dia. Menurut gue sih Badai itu orang yang “sok cool, sombong,
angkuh, sok kecakepan” padahal menurutku dia biasa aja gak ada bedanya sama
temen- temen cowok yang lain.
Hari berikutnya gue dan Silvia (temen
SMP) pulang bareng dan waktu kita jalan tiba-tiba Badai menghampiri dan berkata
pada Silvia
“Mau nebeng ngak?” ujar Badai
“Kalau lho ngak keberatan gpp sih,
kita mau kok” kata Silvia
Dan kita pun diantar sampai halte bus.
Waktu di bus...
“Lho udah
kenal badai?” seru Cahya
“Iya, gua udah lumayan kenal dia,
waktu itu aku MOS satu ruang sama dia. Kemaren dia sms aku mau ngajak pulang
bareng dan kebetulan juga rumah gua searah sama dia” kata Silvia
“Ternyata
dia lumayan baik ngak sesombong yang gue pikir” seru cahaya
Ke esokan harinya...
Hari ini pelajaran matematika, dan
kita disuruh buat kelompok. Ternyata gue satu kelompok sama Badai. Semenjak itu
gue jadi kenal baik sama Badai, sering smsan sering maen bareng sampai-sampai
gue jadi temen curhatnya dia. Gue jadi tau siapa mantan, orang yang dia suka,
sampai keluarganya. Sampai- sampai temen-temen nyebut gue “Kakak Beradik sama
Badai”.
Waktu Badai cerita kalau dia suka
sama temen satu kelas kita namanya Anis. Anis itu cantik, lumayan pinter,
rambutnya panjang, pokoknya perfectlah. Dan gue nyaranin Badai buat jadian sama
Anis, Badai pun melakukan saranku dan mereka resmi berpacaran.
Ketika dia cerita hal itu rasanya sih
biasa aja tapi ketika mereka jadian rasanya kayak dijatuhi dari lantai 100. Gue
pun mulai bertanya-tanya tentang hati gue sama dia apa iya gue suka sama Badai?
Apa benci jadi cinta? ...
oleh : Nuraini
#Bersambung ke Part Two
Langganan:
Postingan (Atom)

