Setelah kejadian itu, hubungan Cahya
mulai membaik dengan Badai. Hingga tak disangka-sangka Badai mengungkapkan isi
hatinya kepada Cahya tetapi Cahya belum siap menerima hal itu karena masih
takut untuk memulai sebuah kisah cinta yang pertama kali dalam hidunya.
“tau gak kalau gue itu sayang sama loe?” seru
Badai dengan tiba-tiba
“ha? Apa? Ulangi perkataan loe sekali
lagi” jawab Cahya dengan terkejut
“Gue sayang sama loe” kata Badai
dengan keras
“Apaan sih loe, bercanda kan? Gue itu
tau loe pasti gak serius” ujar Cahya
“Terserah deh” jawab Badai dengan
pasrah
“Kalau dia sayang sama gue dia pasti
akan ngejar gue” kata Cahya dalam hati
Semenjak itu Cahya mulai berfikir apa
benar yang dikatakan Badai kepadanya serius dan bener-bener tulus dari hati.
Ternyata apa yang dikatakan Cahya benar-benar terjadi, tanpa kenal lelah Badai
terus mengungkapkan perasaannya kepada Cahya baik secara langsung atau tidak
entah berapa kali Badai mengungkapkan isi hatinya. Tak terasa Cahya mulai luluh
dengan semua yang telah dilakukan Badai. Hingga Cahya juga mengungkapakan isi
hatinya tapi Cahya tak ingin berpacaran terlebih dahulu karna dia belum siap
berpacaran untuk pertama kalinya.
Pembagian raport kenaikan kelas telah
tiba waktunya dan itu artinya Cahya mempersiapkan diri beda kelas dengan Badai.
Kenyataan itu terjadi Badai masuk di kelas XI 1 dan Cahya di kelas XI 2.
Bulan Juli....
Tepatnya tanggal 20, setelah 7 bulan
Badai menanti akhirnya Cahya mengutarakan perasaannya dan untuk pertama kalinya
dia menerima ungkapan cinta dari seorang cowok yang dulu ia benci. Serasa dua
milik mereka berdua saat itu, banyak hal yang mereka lalui dari seneng susah
bersama.
Tanpa disangka Badai jatuh sakit dan
Cahya tidak tahu menanu tentang keadaan dia karna Badai tidak memberi kabar
kepada teman apalagi dengan pujaan hatinya. Berita tentang Badai sakit mulai
menyebar, tiba-tiba ada satu text message
From : Beloved Badai
maaf ya Cahya baru bisa kasih kabar, aku masih opname :)
miss you :*
maaf ya Cahya baru bisa kasih kabar, aku masih opname :)
miss you :*
Seketika hati Cahya seperti di tekan
dengan kekuatan 100 joule. Dan malam itu juga Cahya menjenguk dia. Betapa senengnya
Cahya bertemu dengan Badai yang hampir 2 minggu dia tidak melihatnya seketika
rasa kangen rontok berubaha menjadi rasa senang, haru, bahagia jadi satu. 1
hari setelah Cahya menjenguk Badai, dia kembali menjenguknya karna hari itu
kebetulan Cahya pulang lebih awal dan Badai tidak ada yang jaga. Cahya pun
mennunggu Badai di RS yang cukup jauh dari rumah Cahya tapi dia tidak
memikarkan rasa jauh itu yang ia pikir hanya Badai mungkin rasa sayang ini
sudah dalam.
Beberapa hari kemudian Badai sudah
diijinkan pulang dan dia memulai kembali aktivitasnya. Setelah melewati kisah
yang begitu indah tiba- tiba Badai memutuskan Cahya hanya karna Cahya deket
sama temen satu kelasnya bernama Dani, padahal mereka berdua hanya teman
bercanda karena tempat duduk mereka berdekatan. Padahal Cahya juga tidak
menuntut Badai untuk tidak berteman dengan cewek siapapun. Dan Cahya mengiyakan
keputusan Badai. Mulai saat itu semuanya terasa berbeda tidak ada lagi ucapan
morning good night untuk Queennya Badai dan juga ucapan morning good night
untuk Princenya Cahya.
THE END
#Cerbung Part Three